Latar Belakang Pendirian

Salah satu sektor yang berpotensi untuk dikembangkan di Kabupaten Kutai Timur adalah sektor pertanian dalam arti luas (tanaman pangan, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan dan kelautan). Sektor pertanian merupakan salah satu bidang kewajiban dan kewenangan pemerintah Kabupaten Kutai Timur sebagai konsekuensi pelaksanaan desentralisasi pemerintahan sebagaimana diatur dalam UU No. 22 Tahun 1999 dan UU No. 25 Tahun 1999. Semakin menurunnya sumberdaya pada sektor yang tidak dapat diperbaharui, sektor pertanian mempunyai peran yang sangat penting, selain dalam rangkan pemerataan pembangunan wilayah, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), juga dalam rangka menjaga stabilitas dan kontinyuitas pembangunan di wilayah Kabupaten Kutai Timur, karena sektor ini merupakan sumberdaya yang dapat diperbaharui. Langkah strategis yang perlu diambil oleh Pemerintah Daerah yaitu menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mendukung Visi dan Misi Kabupaten Kutai Timur, yaitu dengan mendirikan Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) di bawah naungan Yayasan Pendidikan Kutai Timur sebagai badan pengelola.

Adanya SekolahTinggi Pertanian (STIPER) di Kabupaten Kutai Timur diharapkan dapat membantu Pemerintah Daerah dan masyarakat Kutai Timur terutama dalam mewujudkan Visi dan Misi Kutai Timur khususnya pada sektor pertanian dalam arti luas, sehingga ke depan sektor ini diharapkan dapat memberikan peran yang signifikan dalam peningkatan perekonomian masyarakat daerah.

Berdirinya STIPER Kutai Timur atas inisiatif dan difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2001, dan sampai saat ini semua sarana prasarana serta operasional STIPER Kutai Timur di bebankan kepada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kutai Timur berupa dana hibah.